Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata “politik”?
mungkin mayoritas dari kalian akan berkata “ah ribet!”,”politik itu rumit”,
“politik itu penuh tipu daya” dan semacamnya. Namun bagaimana jika kita bisa
belajar tentang politik, mengelola sebuah Negara, menyusun siasat cerdas,
sekaligus mempelajari model sejarah dan budaya kerajaan besar di masa lalu
dalam sebuah ilustrasi sederhana bernama komik? Mungkin itulah yang mendasari
karya seorang komikus bernama Kotono Kato.
Shoukoku No Altair[1]
bercerita tentang seorang Pasha[2]
termuda dalam sejarah Turkiye[3] bernama Tughril Mahmud. Tujuan awal Mahmud
menjadi Pasha agar dapat menciptakan
kedamaian dan kemakmuran di Turkiye. Tujuan terseut dilatarbelakangi oleh masa
lalunya dimana seluruh penduduk desanya habis terbunuh dalam suatu perang.
Namun ternyata di awal menjadi Pasha,
Mahmud langsung dihadapkan dengan persoalan politik yang pelik, yaitu tuduhan
pembunuhan terhadap Menteri Balt-Rhain[4]
dan Pemberontakan di Kota Hisar dimana salah seorang teman baik Mahmud, menjadi
tersangka kasus ini. Dengan idealisme yang dimiliki, Mahmud berhasil
menyelesaikan semua konflik tersebut. Setelah ditelusuri, semua kejadian
tersebut ternyata didalangi oleh Perdana Menteri Balt-Rhain Virginia Louis,
yang kemudian menjadi musuh utama dalam cerita ini dengan kecerdasannya.
Kejadian itulah mengawali perang besar yang sedang menanti dunia dan Mahmud
tentunya.
Komik ini
diterbitkan oleh Level Comic, yang memiliki segmen pembaca Dewasa (yang artinya
agak tidak direkomendasi untuk anak kecil) Komik ini menarik untuk dibaca,
terutama remaja yang ingin melihat sisi lain dari sebuah konflik politik dan
kekuasaan. Meskipun mengambil latar sejarah Perang Salib, Kotono Kato dengan
cerdas menghindari isu sensitif terkait agama dan kepercayaan. Beliau
menggunakan cara dengan mengganti kepercayaan yang ada di komik ini dengan
kepercayaan terhadap alam, Misal Turkiye yang memiliki latar belakang Islam
diubah menjadi kepercayaan terhadap dewa Air. Selain itu, Kato juga
menggambarkan sosok seorang Tughril Mahmud yang mempunyai idealisme berpolitik
yang harus berbenturan dengan realitas dunia politik di Divan[5]
yang penuh intrik. Usianya yang masih muda kadang menjadikan Mahmud seperti
“kekanak-kanakan”,”terlalu idealis dan melangit”,”awam dan tidak realistis” dan
semacamnya yang jamak terjadi di perpolitikan negeri kita.
Dirangkai menjadi sebuah cerita
dengan alur menarik, Shoukoku No Altair
tidak hanya menjadi sebuah komik yang menghibur namun juga kita dapat belajar
bagaimana membuat sebuah rekayasa politik, pengambilan keputusan seorang
pemimpin, geopolitik internasional, kepercayaan dan sebagainya. Meskipun
memiliki sedikit kekurangan seperti gambar yang masih cenderung kurang begitu
baik dan jadwal terbit yang belum teratur, komik ini sangat direkomendasi untukmu
yang lebih suka membaca komik daripada buku-buku politik yang “berat” namun
juga mendapatkan pengetahuan yang penting. Jadi, kata siapa belajar politik itu
berat? Yuk belajar politik melalui komik!
Azka Hasyami
Yogyakarta, 06 Maret 2015
11.31 AM
sudah dipublikasikan di https://melimove.wordpress.com/
[4] nama pemerintahan Byzantium dalam cerita ini, kerajaan
yang berseteru dengan Turkiye dan berambisi menginvasi Turkiye dan seluruh
daratan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar