Selasa, 02 April 2013

FAISAL A. KAMIL, DARI MEMPERSATUKAN FISIPOL UGM SAMPAI MEMPEREBUTKAN KURSI PRESMA BEM KM UGM


Masa pemira telah usai, dan pemenang yang nantinya akan memimpin BEM KM UGM 2013 pun telah terpilih. Lalu bagaimana dengan capresma yang tidak terpilih? Disini kami akan mengajak teman-teman lebih mengenal Faisal Kamil, salah seorang mantan capresma yang akrab dipanggil Ical, yang juga mantan Koordinator Senat Mahasiswa Fisipol UGM 2012.

-          Di Pemira kemarin mas menawarkan beberapa program-program baru untuk BEM KM UGM ke depannya, seperti Change FOR HOPE, Klinik Faisal, dll, boleh tau kenapa memilih gagasan tersebut? Dan dari mana datangnya ide-ide tersebut?

Beberapa program-program yang saya tawarkan seperti klinik Faisal, Change UGM, dll adalah salah satu bentuk model kampanye, jika Yanuar memiliki UGMsolidarity, lalu Vandy memiliki model GamaKita, maka salah satu model kampanye yang saya usung adalah Change BEM KM, Change UGM, Change Indonesia!. mengapa saya mengambil model kampanye seperti itu? Saya melihat dari dinamika BEM KM tahun ini (BEM KM UGM 2012). Jika pada tahun-tahun sebelumnya Presma selalu dari Bunderan, maka tahun ini BEM KM dipegang oleh mantan anggota partai Bunderan yang memilih diusung oleh partai FLP, yaitu Sinyo. Saya termasuk yang tidak setuju dengan gerakan  Sinyo tadi, karena menurut aya “rezim” ada karena bekerja, karena ada hasil karyanya, jadi kehadiran teman-teman Bunderan disana bukan karena ingin menguasai, tapi ingin berkarya untuk UGM. Saya tidak suka dengan metode Sinyo yang “menendang” semua orang Bunderan dari BEM KM kepengurusannya. Ini juga menjadi saran saya untuk Yanuar agar mampu merangkul teman-teman FLP juga ke depannya, jangan ada seperti “balas dendam”. Dalam menjalankan organisasi mahasiswa jangan lihat sisi politiknya saja tapi juga sisi lainnya. Seorang pemimpin itu harus mampu merangkul semua elemen, itu salah satu leadership, seperti Soekarno. Oleh karena itu saya mengusung ide-ide dan gagasan tersebut salah satunya adalah ingin merubah keadaan tersebut.

-          Setelah tidak terpilih menjadi Presiden Mahasiswa BEM KM UGM, kira-kira apa gagasan dan ide yang ingin mas ajukan ke Presma Terpilih untuk membangun BEM KM UGM lebih baik lagi? Dan menurut Ical bagaimana arah gerak dari BEM KM ke depannya?

Ada banyak gagasan yang ingin saya ajukan, terlebih dalam bidang lingkungan. Saya ingin mengajukan konsep UGM Green, yaitu sebuah konsep dimana Kampus UGM itu bisa bebas dari rokok, taman-tamannya bisa lebih asri, jalan-jalan pedestrian diurus, mewujudkan kampus educopolis dengan sepeda dan kendaraat hemat energi, mungkin bisa dibuat semacam Smart Card yang serta terintegrasi dengan bus TransJogja dan kendaraan umum lainnya. Saya juga mengusulkan untuk mengadakan banyak acara di bidang lingkungan hidup
.
Dan untuk arah gerak BEM KM UGM ke depannya, saya rasa Yanuar akan lebih menonjolkan sisi Keislaman dan Dakwah yang lebih kuat. Saya mendukung hal-hal tersebut dengan catatan mampu untuk inklusif dan merangkul semua golongan. Buktikan Islam Rahmatan lil ‘Alamin

-          Yanuar membuka Open Recruitment untuk Jabatan Menteri di BEM KM UGM 2013, kira-kira Mas berminat ga? Kalo berminat ingin menjadi Menteri apa?

Sebelumnya saya ingin mengkritik dan meralat harusnya namanya bukan Open Recruitment, tapi Open Tender, karena jabatan menteri tersebut adalah jabatan politik, saran saya juga untuk pos menteri koordinator dan Sekretaris Jendral juga di Open Tender kan. Kalo dari saya pribadi ingin menjadi Menteri Kastrat, karena saya punya pengalaman di Kastrat BEM KM UGM pada periode Luthfi Hamzah yang menjadi Presmanya. Juga saya ingin lebih meningkatkan kapasitas dalam ilmu politik dan berhubungan dengan banyak isu-isu politik ke depannya

-          Bagaimana pandangan mas tentang pemilu 2014, UU PT, dan BP Migas?

Untuk pemilu 2014 pasti ada peningkatan kualitas karena ini menjadi pemilu ke-3 yang diselenggarakan secara demokratis. Dan BEM KM UGM harus benar-benar mengawalnya dengan berbagai macam cara semisal aksi, advokasi, sminar, loka karya, dll. Akan banyak kontestan yang ikut, baik muka lama maupun baru, namun kebanyakan yang muncul adalah nama-nama tua. Mungkin akan lebih baik jika dikawal lewat media, dengan bekerja sama dengan beberapa lembaga survei.

Untuk UU PT harus dikawal terus karena menyangkut pendidikan, dan bersinggungan langsung dengan kita sebagai mahasiswa. Harus dipelajari secara mendalam kelebihan dan kelemahannya, keuntungan dan kerugiannya. Jika bisa kerja sama dengan rektorat, maka kerja sama, kalo tidak ya kritisi, intinya harus dikaji terlebih dahulu, karena jika mengkritik  pemerintah bersama rektorat akan lebih kuat. Pak Pratikno orang politik harapannya bisa lebih mengerti. Namun harus hati-hati jangan sampai kita malah “diperalat” rektorat

-          Pandangan Ical mengenai pergerakan mahasiswa saat ini? (yang ini ga aku hapus karna menurutku ini pertanyaan transisi dari pemira ke pergerakan mahasiswa)

Menurut saya semua pergerakan mahasiswa sedang menurun dalam tataran ideologi, karena zaman sekarang masyarakat kampus sudah jarang melihat suatu organisasi dari ideologinya, alasan lainnya juga efek post modernisme dan kemajuan ilmu dan teknologi, serta fenomena seperti dunia maya sudah dianggap sebagai realita. Sekarang berbagai pergerakan lebih melihat pada rasional choice, apa keuntungannya buat saya, buat UGM, buat Indonesia, jadi mulai kehilangan sisi ideologisnya

-          Bagaimana menurut mas Ical gerak BEM KM UGM sekarang sebagai organisasi pergerakan mahasiswa? Dan bagaimana sebaiknya sikap BEM KM terhadap organisasi ekstra kampus? Lalu dengan BEM-BEM Fakultas?

BEM KM UGM lebih mampu menangani isu-isu internal kampus, walaupun tanpa melupakan isu-isu regional maupun nasional, sementara gerakan ekstra kampus lebih menangani isu eksternal kampus. Hal ini lebih disebabkan karena BEM KM UGM lebih memiliki legitimasi untuk mengawasi berbagai agenda-agenda internal kampus, juga memiliki akses ke rektorat.BEM KM UGM juga harus lebih berpihak pada kaum tertindas.

Mengenai sikap kepada gerakan ekstra kampus, BEM KM bisa menjalin kerja sama dengan gerakan ekstra, terutama yang berhubungan dengan aksi dan diskusi pemikiran, namun sasaran kerjasama utama kita tetap BEM-BEM Fakultas, yang akan lebih kita rangkul dalam menangani berbagai macam isu.

-          Karena Ical juga kader KAMMI, menurut mas bagaimana pandangan mas terhadap KAMMI ke depannya?

KAMMI memiliki masa depan yang cerah, walaupun sedang banyak diterpa isu-isu yang tidak benar. Saya optimis 10-20 tahun ke depan adalah masanya kader-kader KAMMI untuk memimpin Indonesia, ini bisa dilihat dari banyaknya kader KAMMI yang sekarang memimpin di berbagai universitas-universitas ternama di Indonesia, terlebih lagi di UGM ini. Saran saya, KAMMI harus tetap ideologis ke depannya, sembari meningkatkan kapasitas intelektual, jangan sampai kalah dengan teman-teman HMI MPO. Disini ada 3 point penting yang harus lebih diperjelas dan dikembangkan, yaitu Asas yang membedakan dengan gerakan lain, strategi untuk memperkuat asas, dan taktis yang lebih luas lagi, komunikatif dengan siapapun

-          Menurut mas apa yang membedakan KAMMI dengan gerakan lain?

Pertama, banyak senior-senior yang layak dicontoh kebanyakan berasal dari KAMMI. Selain itu KAMMI tampak lebih islami dari pada dengan sesama gerakan Islam lain, walaupun KAMMI tetap moderat dalam sikap-sikap keislamannya. Yang lebih dekat dengan KAMMI dari segi keislamannya adlah HMI MPO, hanya saja HMI MPO lebih berani mendiskusikan hal-hal yang agak “tabu”. Perbedaan dengan organisasi Islam yang lain mungkin lebih kepada pisau analisa dalam memandang Islam, yang menghasilkan perbedaan cara gerak masing-masing gerakan. KAMMI lebih mengadopsi pemikiran Ikhwanul Muslimin. Sementara perbedaan dengan GMNI jelas perbedaan ideologi.

-          Kiat-kiat merangkul temen-temen yang berbeda warna ideologi gimana sih?

Komunikasi, open mind, terbuka terhadap hal-hal baru, saya melihat KAMMI agak ketakutan utk hal ini, terlebih GMNI. Melihat dan terbuka dengan pemikiran lain bukan berarti mengikutinya. Tapi tetap harus ada penjagaan nilai-nilai ideologi, jadi seimbang antara peningkatan kapasitas intelektual dengan asas ideologis KAMMI, yaitu Islam dan nilai-nilai keislamannya tetap dipertahankan.

-          Kemarin sempat ditantang oleh Vandy untuk menyanyi, Ical sendiri bisa nyanyi ga nih? Dan kapan nih kira-kira mas mau menikah?

Bisa, saya lebih suka aliran folk, kedua jazz, tapi jazz yang fun, tapi suka semua aliran jga sih. Untuk nikah, saya punya target paling lambat unur 26, tapi idealnya umur 25, kalo paling cepet besokpun oke hehe.


note : tulisan ini sudah dipublikasikan di Facebook KAMMI Komisariat UGM :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar