Senin, 07 April 2014

Golput? Yakin?

perdebatan tentang kata itu terus saja berlangsung, baik yang memakai alasan kekecewaan terhadap pemerintah yang ada sekarang, bingung ga kenal dengan calon-calonnya ataupun alasan-alasan lain entah rasional entah tidak, bahkan ada yang dengan alasan ideologis keagamaan bahwa sistem demokrasi itu haram dan bertentangan dengan aqidah Islam (entah ini kesimpulan darimana, saya bolak-balik beberapa kitab aqidah dan dapet kajian wajib aqidah tiap senin pagi ga nemu bab sistem pemerintahan itu masuk aqidah)

entah dengan alasan apapun, itu pendapat masing-masing, itu pilihan masing-masing. dan UUD 1945 sudah jelas melindungi yang namanya kebebasan berpendapat bahkan ketika pendapatnya menentang kebebasan berpendapat sekalipun. hanya saja, yang saya ingin rekan-rekan ketahui, bahwa dengan angka golput berapapun hasil pemilu tetap sah. dan tahukah kawan? mungkin anda tidak merasakannya secara langsung, tapi setiap kebijakan publik lahir dari keputusan-keputusan politik yang lahir dari orang-orang yang kita pilih (atau tidak kita pilih kalo anda memutuskan golput). pendidikan bisa mahal/murah atau bahkan gratis, harga sembako bisa stabil murah, pelayanan masyarakat baik, dll itu semua lahir dari keputusan politik mereka yang terpilih. maka bagi saya pribadi, jika anda kecewa dengan pemerintahan yang sekarang, hukumlah orang-orang yang bikin kecewa dengan tidak memilihnya dan pilih orang yang merepresentasikan keinginan anda. bahkan kalo perlu buat kontrak sosial dengan dia tentang apa yang kalian ingin dia lakukan ketika sudah terpilih. ga kenal calonnya? kepo dong ah, sekarang kan jamannya socmed, udah banyak juga politisi yang punya FB/Twitter

tapi kalo kalian ga merasa terganggu dengan harga kuliah mahal, harga sembako melangit (yang berimbas ke harga burjo melangit juga ), pelayanan masyarakat yang bisa disuap dan main tipu2, dll karena iu ga mengganggu kepentingan pribadi anda atau anda lebih suka mengkritik dan mencaci tanpa keinginan berkontribusi lebih jauh merubah pemerintahan kita, monggo, silahkan, itu juga pilihan anda. dan ingat setiap pilihan kita punya pertanggung jawabannya

ah, terkait demokrasi yang dianggap sebagian orang kufur, haram, thagut dan kata2 lainnya, saya sangat senang sekali jika memang ada sistem pemerintahan yang bisa lebih baik dan lebih cepat mengantarkan masyarakat Indonesia dalam cita2 keadilan dan kesejahteraannya (salah satu fungsi kenapa kita membentuk sebuah negara). ya silahkan segera dirikan sistem pemerintahan baru itu entah dalam nama khilafah atau semacamnya dan dengan mekanisme pemilihan pemimpin yang ga haram, kufur, thagut, dll.

tapi buat saya, "lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan". jika ide yang terlalu idealis itu memang kita belum sanggup melakukannya maka lebih baik mulai perbaikan dari hal yang kita anggap kecil, karena ga ada rumah yang langsung jadi tanpa kita menyusun bata-bata terlebih dahulu. karena sebuah peradaban besar itu disusun oleh kepingan sejarah-sejarah kecil-kecil tapi bermakna besar.

mengutip perkataan salah seorang yang menginspirasi saya dengan pemikirannya, Anis Matta Lc. "yang kita butuhkan itu bukan seorang satrio piningit. tapi yang kita butuhkan adalah orang-orang biasa yang melakukan pekerjaan luar biasa dengan cara yang tidak biasa. yang kita butuhkan adalah tim untuk memajukan Indonesia!!"

ingat pemilu 9 April dan jangan Golput!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar