perdebatan
tentang kata itu terus saja berlangsung, baik yang memakai alasan
kekecewaan terhadap pemerintah yang ada sekarang, bingung ga kenal
dengan calon-calonnya ataupun alasan-alasan lain entah rasional entah
tidak, bahkan ada yang dengan alasan ideologis keagamaan bahwa sistem
demokrasi itu haram dan bertentangan dengan aqidah Islam (entah ini
kesimpulan darimana, saya bolak-balik beberapa kitab aqidah dan dapet kajian wajib aqidah tiap senin pagi ga nemu bab sistem pemerintahan itu masuk aqidah)
entah dengan alasan apapun, itu pendapat masing-masing, itu pilihan
masing-masing. dan UUD 1945 sudah jelas melindungi yang namanya
kebebasan berpendapat bahkan ketika pendapatnya menentang kebebasan
berpendapat sekalipun. hanya saja, yang saya ingin rekan-rekan ketahui,
bahwa dengan angka golput berapapun hasil pemilu tetap sah. dan tahukah
kawan? mungkin anda tidak merasakannya secara langsung, tapi setiap
kebijakan publik lahir dari keputusan-keputusan politik yang lahir dari
orang-orang yang kita pilih (atau tidak kita pilih kalo anda memutuskan
golput). pendidikan bisa mahal/murah atau bahkan gratis, harga sembako
bisa stabil murah, pelayanan masyarakat baik, dll itu semua lahir dari
keputusan politik mereka yang terpilih. maka bagi saya pribadi, jika
anda kecewa dengan pemerintahan yang sekarang, hukumlah orang-orang yang
bikin kecewa dengan tidak memilihnya dan pilih orang yang
merepresentasikan keinginan anda. bahkan kalo perlu buat kontrak sosial
dengan dia tentang apa yang kalian ingin dia lakukan ketika sudah
terpilih. ga kenal calonnya? kepo dong ah, sekarang kan jamannya socmed,
udah banyak juga politisi yang punya FB/Twitter
tapi kalo kalian ga merasa terganggu dengan harga kuliah mahal, harga
sembako melangit (yang berimbas ke harga burjo melangit juga
), pelayanan masyarakat yang bisa disuap dan main tipu2, dll karena iu
ga mengganggu kepentingan pribadi anda atau anda lebih suka mengkritik
dan mencaci tanpa keinginan berkontribusi lebih jauh merubah
pemerintahan kita, monggo, silahkan, itu juga pilihan anda. dan ingat
setiap pilihan kita punya pertanggung jawabannya
ah, terkait
demokrasi yang dianggap sebagian orang kufur, haram, thagut dan kata2
lainnya, saya sangat senang sekali jika memang ada sistem pemerintahan
yang bisa lebih baik dan lebih cepat mengantarkan masyarakat Indonesia
dalam cita2 keadilan dan kesejahteraannya (salah satu fungsi kenapa kita
membentuk sebuah negara). ya silahkan segera dirikan sistem
pemerintahan baru itu entah dalam nama khilafah atau semacamnya dan
dengan mekanisme pemilihan pemimpin yang ga haram, kufur, thagut, dll.
tapi buat saya, "lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk
kegelapan". jika ide yang terlalu idealis itu memang kita belum sanggup
melakukannya maka lebih baik mulai perbaikan dari hal yang kita anggap
kecil, karena ga ada rumah yang langsung jadi tanpa kita menyusun
bata-bata terlebih dahulu. karena sebuah peradaban besar itu disusun
oleh kepingan sejarah-sejarah kecil-kecil tapi bermakna besar.
mengutip perkataan salah seorang yang menginspirasi saya dengan
pemikirannya, Anis Matta Lc. "yang kita butuhkan itu bukan seorang
satrio piningit. tapi yang kita butuhkan adalah orang-orang biasa yang
melakukan pekerjaan luar biasa dengan cara yang tidak biasa. yang kita
butuhkan adalah tim untuk memajukan Indonesia!!"
ingat pemilu 9 April dan jangan Golput!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar