skalian nge refresh materi "Pemimpin dan Yang Dipimpin (Al Qiyadah wal Jundiyah)" lah ya hehe
Cekidot!!
KEPEMIMPINAN YANG BERHASIL
Beberapa hari ini kita disuguhkan oleh media, berita-berita mengenai kasus korupsi dan suap yang menimpa "pemimpin-pemimpin" kita diatas sana. Di satu sisi, ada juga berita mengenai salah satu Walikota yang dicitrakan "Begitu Merakyat dan Berhasil" sehingga sukses merebut tampuk kepemimpinan yang lebih tinggi, yaitu Gubernur. Di sisi lain ada Gubernur dengan segudang prestasi nasional namun tetap dianggap "Masih belum ada apa-apanya". Hal tersebut menimbulkan pertanyaan, sebenarnya seperti apa kepemimpinan yang berhasil tersebut??
Pertama, yang harus kita ketahui bahwa unsur dari kepemimpinan yang berhasil tidak hanya dilihat dari "Siapa Pemimpinnya" saja. Menurut pendapat saya, minimal ada tiga faktor yang menentukan keberhasilan suatu kepemimpinan.
1. PEMIMPIN YANG BERIMAN KUAT, ADIL, BERVISI JELAS DAN BERWAWASAN LUAS
Karena saya seorang muslim, keimanan menjadi faktor yang utama bagi seorang pemimpin. Karena dalam pandangan saya, pemimpin yang keimanannya kuat akan memiliki integritas dan keikhlasan dalam memimpin yang kuat. Mengapa? karena ketika iman seseorang tersebut kuat, maka setiap langkah dan geraknya hanya untuk Allah semata, dan selalu berupaya agar keputusan-keputusan yang diambilnya tidak melenceng dari Aturan-Nya. namun apakah cukup?
Kriteria selanjutnya adalah dia harus adil. Karena hanya pemimpin yang adil lah yang mampu merangkul semua kalangan bahkan yang membencinya sekalipun.
Selanjutnya adalah bervisi jelas. mustahil seorang pemimpin dapat menjalankan roda kepemimpinannya dengan baik apabila dia tidak mempunyai visi yang jelas dalam bergerak. Visi yang jelas ini juga dimaksudkan agar yang dipimpin juga paham apa yang sedang diperjuangkan. Hal ini dikarenakan peran pemimpin sangat krusial dalam menentukan arah gerak dalam suatu kepemimpinan.
Dan yang terakhir yaitu berwawasan luas. seorang pemimpin juga harus mempunyai pengetahuan mendalam agar ketika dalam perjalanan kepemimpinannya menemui hambatan, dia dapat segera menemukan solusi. salah satu poin penting yang ahrus dimiliki pemimpin adalah kemampuan membaca keadaan dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi kedepan sehingga bisa dicari bentuk pencegahannya.
2.KESIAPAN DARI YANG DIPIMPIN SERTA LINGKUNGAN TERHADAP VISI PEMIMPIN
Ada kisah menarik tentang kepemimpinan dan yang dipimpin, yaitu kisah dari Ali bin Abi Thalib dengan seorang rakyatnya.
Suatu hari Ali bin Abi Thalib ditanya oleh seorang rakyatnya “Dulu di zaman khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khatab" kata lelaki kepada Ali bin Abi Thalib, “Keadaannya begitu tentram, damai dan penuh berkah. Mengapa di masa kekhalifahanmu, hai Amirul Mukminin, keadaannya begini kacau dan rusak?”
“Sebab,” kata Ali Bin Abi Thalib sambil tersenyum, “Pada zaman Abu Bakar dan Umar bin Khatab, rakyatnya seperti aku. Ada pun di zamanku ini, rakyat nya seperti kamu!”
Dari percakapan tersebut bisa kita lihat, bahwa faktor dari yang dipimpin pun juga memengaruhi keberhasilan suatu kepemimpinan. Kesiapan dipimpin dari masyarakat dan kemampuan memahami visi pemimpin serta wawasan luas merupakan faktor penentu keberhasilan pula. Ketidakpahaman terhadap visi akan mengakibatkan kekacauan dalam bergerak dan protes-protes yang sebenarnya tidak perlu ada ketika kita memahami visi tersebut. Dan bagaimana kondisi lingkungan juga berpengaruh, apakah memang sudah sangat kondusif untuk memahami visi tersebut
Contoh gambaran mudahnya, paham Islam transnasional akan susah masuk dalam lingkungan yang sudah terkondisikan oleh Islam kultural/tradisional, sehingga visi dari Islam transnasional itu sendiri akan susah sampai apabila sebelumnya tidak ada pengkondisian mengenai visi tersebut.
3.SISTEM YANG BAIK, MENGIKAT DAN DISEPAKATI OLEH SELURUH KOMPONEN KEPEMIMPINAN
Sebuah sistem yang terintegrasi secara menyeluruh, mempunyai mekanisme reward and punishment yang lengkap serta memiliki prosedur kaderisasi yang efektif akan menentukan juga apakah kepemimpinan tersebut berhasil atau tidak.
Misalnya, sebagai seorang muslim, tentunya saya meyakini bahwa sistem Islam adalah yang terbaik dengan segala perangkat-perangkatnya. Yang menjadi tantangan adalah bagaimana mengintegrasikan kesempurnaan Islam dalam realita-realita yang ada. Jika dasar sebuah sistem sudah baik maka keberjalanan kepemimpinan tersebut Insya Allah akan berjalan dengan baik Karena ketika yang bergerak adalah sistem, maka perilaku seperti ketergantungan individu tidak akan ada lagi, atau kurang berlaku.
Tentunya agar sistem berjalan efektif maka perangkat-perangkat atau penggeraknya (manusianya) harus paham dan sepakat dulu dengan sistem tersebut, agar tidak terjadi konflik yang tidak perlu di kemudian hari.
Jadi, integrasi dari ketiga hal tersebut mutlak diperlukan agar sebuah kepemimpinan bisa berhasil dalam keberjalanannya. Oleh karena itulah ketika ada sebuah kepemimpinan yang gagal atau belum berhasil, kita bisa melihat semua faktor tersebut dan tidak mengesampingkan atau melihat salah satu faktor saja.
Kalau kita lihat dari seluruh aspek yang disebutkan, lantas menurut Naufal apakah faktor yang kurang dari kepemimpinan DKI Jakarta saat dipimpin Fauzi Bowo sehingga rakyat mencabut dan menyerahkan kepercayaan yang pernah diamanati pada Joko Widodo yang notabene tidak berasal dari Jakarta dan belum dapat membuktikan integritasnya?
BalasHapus